Pages

Thursday, 1 May 2014

Bagaimana Nabi Muhammad membangun ekonomi madinah?

Diambil dari buku:
Ketika Nabi di Kota,menata sendi sendi ekonomi, sosial dan politik. oleh Dr Nizar Abazhah , 2010

Berikut merupakan merupakan ringkasan yang gw catet sendiri ,bukunya bagus banget menceritakan bagaimana kisah awal nabi datang di kota madinah dan membangun peradaban disana jadi dari mulai segala aspek kehidupan dibuku itu dibahas semua,tapi bukunya pas gw cari di gramed gak ada,gw dapet buku ini dari perpustakaan kampus. jadi selamat mencari buku ini kalo penasaran,hohoho

Geliat Perekonomian

  • Dalam interaksi ekonomi itu seorang muslim beristikarah dengan mencari rida Allah sebagai tujuan,bukan semata untuk mengeruk laba finansial. Dan yakin sepenuh hati bahwa harta adalah harta Allah,bahwa ia adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dihadapannya
  • Islam mengharamkan penimbunan supaya tidak menjadi asset mati yang tidak berputar dan tidak berkembang,malah menyusut dan berkurang.

“Dan orang orang yang menyimpan emas dan perak,dan tidak menafkahkannya di jalan Allah,maka beritahukanlah kepada mereka siksa yang pedih,pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam,lalu dibakar dengannya dahi mereka,lambung dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka “inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk kamu sendiri maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu” QS al-Tawbah [09] 34-35

  • Islam juga mewajibkan zakat bagi orang yang mempunyai harta berlimpah,melebihi kebutuhan pokok,diserahkan kepada 8 kelompok masyarakat agar mereka bisa bangkit.
  • Zakat sebagai salah satu cara untuk meraup hasil berlipat ganda dengan mengucukurkan dana,Allah berjanji dalam surat

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya kepada Allah) maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan pelipatgandaan yang banyak” QS Al-Baqarah [02] : 245

  • Nabi bangga melihat orang yang bekerja keras

“kenapa tanganmu jadi kasar begini?”
“aku bekerja dengan sekop,wahai Rasullah untuk menafkahi keluargaku”
“inilah tangan yang tidak akan tersentuh api neraka” [asad al-ghabah, 2/203,Beirut,1.419]

  • Rasullah sangat mencintai perdagangan. Umar ibn al-khathtab berkata “ jika aku harus mati di suatu tempat selain jihad di jalan Allah,tak ada yang lebih kucintai daripada mati ketika kedua kakiku sedang mencari anugerah Allah (rezeki)
  • Nabi menganjurkan agar istikamah dalam berjualan, dan menutupi dosa yang mungkin tanpa sadar kita lakukan dalam berjualan. “wahai segenap pedagang. Berjualan sering mengobral sumpah dan ucapan tak jujur,tebuslah dengan sedekah” Diriwayatkan oleh imam empat.
  • Allah memuji pedagang yang bertakwa dan saleh dalam Al-quran QS la-Nur [24] : 37

“laki laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah,mendirikan sembahyang, dan mengeluarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang”