INSTAGRAM FEEDS

Sunday, 31 January 2010

Modul Phaeophyta

PROTISTA(Phaeophyta)

Standart Kompetensi : Memahami prinsip-prinsip pengelompokan

Kompetensi Dasar : Menyajikan cirri-ciri umum dalam kingdom Protista dan peranannya dalam kehidupan

Indikator : -menguraikan ciriciri Protista

-menguraikan ciri-ciri Phaeophyta

-mengetahui sistem reproduksi Phaeophyta

-mengumpulkan gambar berbagai jenis Phaeophyta

-mengetahui peranan Phaeophyta dalam kehidupan

Pendahuluan

Penggunaan sistem klasifikasi lima kingdom yang disusun oleh Whittaker menyebabkan Protista dibahas sebagai suatu kingdom tersendiri.Misalnya Protista yang menyerupai hewan,mencakup kelompok Protozoa yang sebelumnya digolongkan sebagi salha satu filum utama pada kingdom Animalia,khusunya kelompok invertebrate.

Hal serupa juga terjadi pada Protista yang menyerupai tumbuhan dan jamur.Protista yang menyerupai tumbuhan misalnya ganggang(Alga) dan Protista yang menyerupai jamur misalnya Oomycota,sebelumnya dikelompokan dalam kingdomg Plantae.Namun pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan tentang protista yang menyerupai tumbuhan ganggan(Alga) yaitu Phaeophyta.

clip_image002[4]

Uraian Materi

Para ahli biologi awalnya mendeskripsikan protista adalah seluruh hewan-hewan eukariotik bersel tunggal, akan tetapi perkembangan selanjutnya para ahli memasukkan alga ke dalam protista sehingga protista memilkicakupan pembahasan yang cukup luas meliputi eukariotik bersel satu (uniseluler) sampai organisme eukariotik bersel banyak (multiseluler) dengan bentuk sederhana. Berdasarkan pertimbangan struktur anatomi dan morfologinya yang masih sderhana maka alga digolongkan ke dalam protista.

Alga merupakan kelompok organisme yang bervariasi baik bentuk, ukuran, maupun komposisi senyawa kimianya. Alga ini ada berbentuk uniseluler (contoh Chlorococcus sp), koloni (Volvox sp), benang (filamen) (contoh Spyrogyra sp) serta bercabang atau pipih (contoh Ulva sp, Sargasum sp dan Euchema sp).

Ciri-ciri lainnya pada alga adalah, alga ini tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Tubuh seperti ini dinamakan talus. Itulah sebabnya alga tidak dapat digolongkan sebagai tumbuhan (plantae). Di dalam sel alga terdapat berbagai plastida yaitu organel sel yang mengandung pigmen. Plastida yang terdapat pada alga terutama kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Sehingga alga bersifat autrotof karena dapat menyusun sendiri makanannya berupa zat organik dan zat-zat anorganik.

Pigmen yang terkandung terdapat di dalam sel-sel alga adalah :
Fikosianin : warna biru;
Xantofil : warna kuning;
Karoten : warna keemasan;
Fikosantin : warna pirang;
Fikoeritrin : warna merah;

Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, alga dikelompokkan menjadi 6 fillum yaitu:

clip_image003[4]

Phaeophyta(Ganggang Coklat)

Ganggang coklat adalah salah satu ganggang yang tersusun atas zat warna atau pigmentasinya. Phaeophyta (ganggang coklat) ini berwarna coklat karena mengandung pigmen xantofis. Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan tinggi. Ganggang coklat ini mempunyai talus (tidak ada bagian akar, batang dan daun), terbesar diantara semua ganggang ukuran tulusnya mulai dari mikroskopik sampai makroskopik. Ganggang ini juga mempunyai jaringan transportasi air dan makanan yang anolog dengan transportasi pada tumbuhan darat, kebanyakan bersifat autotrof.

Tubuhnya selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup didaerah beriklim dingin. Sel vegetatif mengandung kloroplas berbentuk bulat panjang, seperti pita, mengandung klofil serta xantofil.

Habitat

Alga/ganggang coklat ini umumnya tinggal di laut yang agak dingin dan sedang, terdampar dipantai, melekat pada batu-batuan dengan alat pelekat (semacam akar). Bila di laut yang iklimnya sedang dan dingin, talusnya dapat mencapai ukuran besar dan sangat berbeda bentuknya. Ada yang hidup sebagai epifit pada talus lain. Tapi ada juga yang hidup sebagai endofit.

Pigmen

Pigmen yang terdapat pada ganggang coklat (Chrysophyta) adalah klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil. (Fukoxantin) yang terdiri dari violaxantin, flavoxantin, a dan neofukoxontin b, xantofil memberikan kesan warna coklat pada chrysophyta.

Berdasarkan tipe pergantian keturunan, phaeophyta di bagi dalam 3 golongan, yaitu:

a) Golongan Isogeneratae

Golongan isogeneratae yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturuan isomorf. Sporofit dan gametofit mempunyai bentuk dan ukuran yang sama secara morfologi tetapi sitologinya berbeda.

Contoh: Ectocarpus

b) Golongan Heterogenerate

Golongan heterogenerate yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturunan yang heteromorf. Sporofit dan gametofitnya berbeda secara morfologi maupun sitologinya.

Contoh: Laminaria

c) Golongan Cyelosporae

Golongan cyelosporae yaitu golongan tumbuhan yang tidak memiliki pergiliran keturunan.

Contoh: Fucus

Alga coklat (Phaeophyta) hanya mempunyai satu kelas saja yaitu klas phaeophyceae. Thallus dari jenis golongan phaeophyceae bersel banyak (multiseluler), umumnya mikroskopik dan mempunyai bentuk tertentu. Sel mengandung promakropora yang berwarna coklat kekuning-kuningan karena adanya kandungan fukoxontin yang melimpah. Cadangan makanan berupa laminarin yang beta glukan yang mengandung manitol. Dinding sel sebagian besar tersusun oleh tiga macam polimer yaitu selulosa asam alginat, fukan dan fuoidin.

Perkembangbiakan

Perkembangbiakan pada Phaeophyta dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

  • Perkembangbiakan secara vegetatif dengan fragmentasi
  • Perkembangbiakan secara sporik dengan membentuk spora

Dilihat dari sporangiumnya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

a) Pembentukan Unilokuler, dimiliki oleh anggota Phaeophyta yang uniseluler

Terjadi dari sel terminal dengan cabang pendek yang membesar. Sporangia muda berbentuk bulat panjang atau bulat telur.Ukurannya lebih kecil dari sel semula.Inti tunggal mengalami pembelahan meioses kemudian diikuti pembelahan mitosis sehingga dihasilkan 32-64 inti.Selanjutnya terjadilah celah-celah yang membagi proteplas yang berinti satu. Masing-masing protoplas mengalami metamorfose membentuk zoospora perflagel dua yang terletak di bagian lateral dengan panjang flagel yang tidak sama. Flagel yang pendek diarahkan ke belakang, flagel yang panjang diarahkan kedepan.

b) Pembentukan plurilokuler dimiliki oleh anggota phaeophyta yang multiseluler

Berasal dari sel terminal yang pendek.Ukurannya relatif besar dan terjadi pembelahan tranversal secara berulang-ulang yang akhirnya dihasilkan 6-12 sel.pembelahan vertikal dimulai dari deretan sel bagian tengah dan kemudian terbentuklah kubus yang letaknya teratur sebanyak 20-40 deretan.Protoplas pada masing-masing sel mengalami sultamorfosa menjadi zoospora yang memiliki 2 stagel. Diikuti dengan talus yang bersifat diploid dan terbentuklah sporangia yang bersifat unilokuler dan atau plorilokuler.

  • Perkembangbiakan secara gametik, gametangium dimiliki oleh sporangium yang plurilokuler.Gamet akan membentuk zoogamet dengan cara:
    1. Isogami yaitu gamet yang bentuk dan ukurannya sama (belum dapat dibedakan mana jantan dan mana betina). Contoh: ulva
    2. Anisogami: gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama (gamet betina memiliki ukuran besar dan gamet jantan memiliki ukuran kecil). Contoh: codium
    3. Oogami: jenis anisogami dengan gamet jantan yang aktif. Contoh: volvox

Susunan sel

Pada phaeophyta umumnya dapat ditemukan adanya dinding sel yang tersusun dari tiga macam polimer yaitu selulosa, asam alginat, fukan dan fukoidin.Algin dari fukoidin lebih kompleks dari selulose dan fukoidin lebih kompleks dari selulose dan gabungan dan keduanya membentuk fukokoloid.Dinding selnya juga tersusun atas lapisan luar dan lapisan dalam, lapisan luar yaitu selulosa dan lapisan dalam yaitu gumi.Tapi kadang-kadang dinding selnya juga mengalami pengapuran.Inti selnya berinti tunggal yang mana pana pada pangkal berinti banyak.

Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel hewan.Namun demikian,hal ini berakibat positif karena dinding-dinding sel dapat memberikan dukungan,perlindungan dan penyaring(filter) bagi struktur dan fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.Dinding sel terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan organisme.Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat(pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting).Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel.Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).

clip_image005[4]

Cadangan Makanan

Cadangan makanan pada Phaeophyta berupa laminarin, yaitu sejenis karbohidrat yang menyerupai dekstrin yang lebih dekat dengan selulose dari pada zat tepung.selain laminarin juga ditemukan manitol minyak dan zat-zat lainnya.

Alat Gerak

Alat gerak pada Phaeophyta berupa flagel yang terletak pada sel-sel perkembangbiakan dan letaknya lateral.Berjumlah dua yang heterokon dan terdapat di bagian samping badannya yang berbentuk pir atau sekoci.Pada waktu bergerak ada yang panjang mempunyai rambut-rambut mengkilat menghadap kemuka dan yang pendek menghadap ke belakang.Dekat dengan keluarga flogel terhadap bintik mata yang berwarna kemerah-merahan.

Contoh-Contoh Phaeophyta

  • Sargassum binderi (Sonder)

Nama latin : Sargassum binderi

Spesifikasi : Batang gepeng (1,5 mm), halus licin, tinggi mencapai sekitar 60 cm, percabangan “alternate” teratur, oppsite (kiri-kana). Cabang utama yang pendek (1-2 cm) diatas holdfast. Daun lonjong, pinggir bergerigi, panjang 5 cm, lebar 1 cm ujung runcing.

Sebaran : Tubuh pada substrat batu umumnya di daerah rataan terumbu dekat bagian ujung luar yang terkena gerakan air relatif lebih kuat dan konstan.

Potensi : Belum banyak dimanfaatkan, kandungan kimia sama dengan jenis sargassum lainnya.

  • Sargassum Polycystum

Nama latin : Sargassum Polycystum C.A Argadh

Spesifikasi : Ciri-ciri umum. Thallia silidris berduri-duri kecil merapat hodfast membentuk cakram kecil dengan diatasnya secara karaktersitik terdapat perakaran/stolon yang rimbun berekspansi ke segala arah. Batang pendek dengan percabangan utama tumbuh rimbun.

Sebaran : Algae yang kosmopolitan di daerah tropis hingga subtropis. Bukan merupakan algae endemic perairan Indonesia tetapi banyak ditemukan di perairan nusantara terutama di Kalimatan.

Potensi : Bisa dimanfaatkan sebagai bahan esktraksi alginat. Manfaat lainnya belum diketahui. Tidak dibudidayakan.

  • Turbin Conoides (J. Agardh)

Nama Latin : Turbinaria Conoides (J. Argadh) Kuetzing

Nama Daerah : Rumput Coklat Corong

bSpesifikasi : Batang silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-bekas percabangan, Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berkspansi radial. Percabangan berputar sekeliling batang utama. Daun merupakan kesatuan yang terdiri dari tangkai dan lembaran.

Sebaran : Umumnya terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada batu. Tersebar luas di perairan Indonesia.

Potensi : Algae ini mengandung alginat dan iodin. Potensi eksport ke Jepang.

Beberapa contoh gambar Pheophyta(Ganggang coklat)

clip_image007[4] clip_image009[4] clip_image011[4] clip_image013[4]

Peranan Ganggang Coklat (Phaeophyta)

Adapun peranan ganggang coklat dalam kehidupan yaitu:

  • Ganggang coklat dapat dimanfaatkan dalam industri makanan
  • Phaeophyta sebagai sumber alginat banyak dimanfaatkan dalam dunia industri tekstil untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bahan industri, kalsium alginat digunakan dalam pembuatan obat-obatan senyawa alginat juga banyak digunakan dalam produk susu dan makanan yang dibekukan untuk mencegah pembentukan kristal es. Dalam industri farmasi, alginat digunakan sebagai bahan pembuat bahan biomaterial untuk teknik pengobatan.
  • Dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral seprti potasium dan hormon seperti auxin dan sylokinin yang dapat meningkatkan daya tumbuh tanaman untuk tumbuh, berbunga dan berbuah.
  • Macrocytis Pyrifers menghasilkan iodine (unsur yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit gondok).
  • Laminaria, Fucus, Ascophylum dapat menghasilkan asam alginat. Alginat biasanya digunakan sebagai pengental pada produk makanan (sirup, salad, keju, eskrim) serta pengentalan dalam industri (lem, tekstil, kertas, tablet antibiotik, pasta gigi) dan pengentalan produk kecantikan (lotion, krim wajah).
  • Macrocytis juga dibuat sebagai makanan suplemen untuk hewan ternak karena kaya komponen Na, P, N, Ca.

Evaluasi

Essay

1) Sebutkan klasifikasi alga berdasarkan pigmen yang dikandungnya?

2) Jelaskan ciri-ciri Phaeophyta atau alga coklat!

3) Dimanakah habitat Alga coklat atau Phaeophyta?

4) Sebutkan pengklasifikasian Phaeophyta berdasarkan tipe pergantian keturunan!

5) Berapa banyak cara perkembang biakan Phaeophyta?Sebutkan!

Lengkapilah pertanyaan dibawah ini

1. Para ahli biologi awalnya mendeskripsikan _____ adalah seluruh hewan-hewan eukariotik bersel tunggal, akan tetapi perkembangan selanjutnya para ahli memasukkan _______ ke dalam protista sehingga protista memilki cakupan pembahasan yang cukup luas meliputi eukariotik bersel satu ______ sampai organisme eukariotik bersel banyak _________ dengan bentuk sederhana

2. Tubuh Phaeophyta selalu berupa _______ yang multiseluler yang berbentuk filamen, _______ atau menyerupai _______ yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup didaerah beriklim dingin.

3. Cadangan makanan pada Phaeophyta berupa ______ , yaitu sejenis ______ yang menyerupai dekstrin yang lebih dekat dengan selulose dari pada zat tepung.selain ______ juga ditemukan ______ minyak dan zat-zat lainnya.

4. Alat gerak pada Phaeophyta berupa ______ yang terletak pada sel-sel perkembangbiakan dan letaknya lateral.Berjumlah dua yang ______ dan terdapat di bagian samping badannya yang berbentuk pir atau sekoci.

5. Adapun peranan ganggang coklat dalam kehidupan yaitu dalam ________ dan ________.

Daftar Pustaka

v http://educorolla3.blogspot.com/2009/03/para-ahli-biologi-awalnya.html

v http://zaifbio.wordpress.com/2009/01/30/phaeophyta-algae-coklat/

v http://sekilasberita.com/berita/phaeophyta-algae-coklat-biologi-online.html

v http://images.google.co.id/images?hl=id&um=1&q=phaeophyta&sa=N&start=60&ndsp=20

 

dibuat oleh : Hanna Luthfiani Azka