INSTAGRAM FEEDS / @fariskatili

Sunday, 25 January 2009

Karya ilmiah

“PENGARUH TV TERHADAP ANAK”
Tugas Makalah Bahasa Indonesia
Nama :
Adhi M.F.K (01)

Kata Pengantar
Dengan terlebih dahulu mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, akhirnya karya ilmiah ini dapat juga diselesaikan .
Oleh karena itu , pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang telah banyak berperan dalam dalam proses penulisan karya ilmiah ini .
Penulis menyadari bahwa sebagai suatu karya ilmiah ini masih banyak kekurangannya maka untuk itu penulis membuka diri untuk menerima saran dan kritik yang membangun guna lebih sempurnya karya ilmiah ini .
Akhirnya penulis mengharapkan semoga Allah swt membalas budi baik kepada semua pihak yang telah banyak berperan dalam pembuatan makalah ini
Penulis
Daftar Isi
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 1 Pendahuluan
A.Latar Belakang
B.Rumusan masalah
C.Tujuan dan Manfaat penulisan
D.Metode Penulisan
Bab 2 Pembahasan
A. Hasil Penelitian
B. Pengaruh TV
- Pengaruh terhadap Perkembangan anak
- Pengaruh terhadap Kesehatan
- Pengaruh terhadap kecedasan
C. Tips untuk mengurangi anak menonton TV
Bab 3 Penutup
a. Kesimpulan
b. Saran
Daftar pusaka
Lampiran
Bab I-Pendahuluan
  1. Latar belakang masalah
Perkembangan sarana komunikasi dan informasi sangat pesat di era globalisasi ini . di abad ke 21 ini, sudah banyak alat komunikasi dan informasi. bahkan sekarang sudah tercipta alat komunikasi yang ringan dan mudah dibawa yaitu netbook dan handphone/ ponsel dengan fasilitas televisi .
Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan televisi. Televisi adalah sarana komunikasi dan informasi yang telah dikenal banyak orang yang dapat menyajikan gambar dan suara . kita sudah sering menjumpai televisi di rumah–rumah ,bis pariwisata , bahkan di ponsel.
Dengan adanya televisi , kita dapat mengetahui berita-berita yang sedang terjadi dimanapun . baik di dalam maupun di luar negeri .Banyak acara- acara di televisi yang menarik perhatian orang , dari acara , edukasi , berita, komedi , acara remaja , acara dewasa bahkan anak – anak. Hal ini membernarkan pepatah ”tiada hari tanpa menonton tv” karena hampir setiap orang menonton tv. Bahkan ada yang rela begadang demi untuk menonton acara tv . Bahkan, tidak sedikit dari kita yang menjadikan TV sebagai pengasuh, guru, penghibur atau bahkan sarana promosi dagang. Lalu, bagaimana dengan pengaruh tv tersebut ?
B .Rumusan Masalah
Dari uraian diatas dapat dikembangkan permasalahan pokok yang diteliti dalam karya ini adalah :
1. Bagaimana pengaruh menonton tv bagi anak-anak khusunya pelajar ?
2. Bagaimana cara mengurangi menonton tv ?
C.Tujuan & Manfaat penulisan
  1. Memberitahukan tentang pengaruh tv
  2. Menambah pengalaman bagi penulis
  3. Menyeselaikan tugas dari Guru di sekolah
D.Metode penulisan
Karya tulis ini disusun dari beberapa sumber , yaitu media massa dan mengamati langsung ( sampel )
Bab II-Pembahasan
A. Hasil Penelitian
Sample diambil dari 40 siswa smpn 176 , kelas 8a
Dan kesimpulannya sebagai berikut :
  1. semua siswa suka menonton TV
  2. 29 dari 40 siswa menonton tv lebih dari 3 jam sehari .
  3. musik menjadi acara yang paling diminati , lalu disusul berita , kartun , komedi , film , olahraga , sinetron , reality show , documenter , infotaimanet
  4. 8 dari 40 siswa lebih memilih menonton tv daripada belajar
  5. 6 dari 40 siswa belajar hanya pada saat ada ujian
  6. 13 dari 40 siswa tidak mengkhawatirkan jika nilainya turun di sekolah kalau terlalu sering menonton tv.
  7. 6 dari 40 siswa tidak memiliki nilai yang bagus di sekolah
B. Pengaruh TV
Banyak sekali pengaruh pengaruh tv , disini kami akan memberikan bukti konkret ( nyata ) :
1. Pengaruh terhadap perkembangan anak
Sebuah penelitian regional yang melibatkan anak – anak Kanada , Australia , Amerika dan Indonesia dalam hal menonton televisi mendapatkan hasil yang menarik , yaitu anak Indonesia adalah penonton tv terlama , disusul Amerika , Australia dan yang paling rendah Kanada .
Hal ini tak lepas dari perubahan gaya hidup masa kini yang dianut sebagain besar orang tua di Indonesia: Sibuk bekerja, pengasuhan anak diserahkan kepada pengasuh serta berbagai faktor lain yang mengiringi.
Menonton televisi tampaknya membawa dampak negatif pada perkembangan anak dibanding dampak positif. Dari televisi anak-anak dapat menyaksikan semua tayangan, bahkan termasuk yang belum layak mereka tonton, mulai kekerasan dan kehidupan seks .
Salah satu contoh pengaruh tv terhadap perilaku adalah korban acara SMACK DOWN , korbannya adalah anak SDN Wates 4 di Jogja yang bernama Maryunani yang masih duduk di bangku kelas 3 SD harus di rawat di rumah sakit .
2. Pengaruh terhadap kesehatan
kecenderungan menonton tv terlalu lama akan meningkatkan angka obesitas pada anak-anak. Satu jam nonton tv misalnya, akan meningkatkan obesitas sebesar 2%. Karena selama menonton TV, , anak lebih banyak ngemil dan tak melakukan aktivitas olah tubuh.
Hal yang sama berlaku bagi anak yang lebih suka bermain games atau komputer dibanding anak yang bermain-main di luar bersama teman-teman. Saat nonton tv atau main game, terjadi ketidakseimbangan energi yang masuk dan yang digunakan . Saat anak nonton tv, kalori yang dibakar hanya sekitar 36 kkal/jam, padahal apa yang dia konsumsi jauh melebihi kalori yang digunakan. Anak - anak perlu aktif untuk bertumbuh.
Obesitas tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan karena mengundang berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan sendi, penyakit jantung koroner hingga stroke saat anak dewasa, namun juga dapat mengganggu psikologis anak. Ingat, obesitas akan terbawa saat anak dewasa jika tak ditangani secara baik. Mungkin ia akan merasa malu, rendah diri, bahkan merasa tak berharga karena memiliki tubuh 'berbeda' dibanding teman-teman di lingkungannya.
3. Pengaruh terhadap kecerdasan
Menurut penelitian yang kami lakukan 6 dari 40 siswa mengatan tidak memiliki nilai yang bagus di sekolah , dari data tersebut dia menonton TV lebih dari 3 jam sehari .
Menurut hasil penelitian Hancox RJ. Association of Television Viewing During Childhood with Poor Educational Achievement.
Arch Pediatr Adolesc Med 2005, bahwa menonton tv saat masa anak dan remaja berdampak jangka panjang terhadap kegagalan akademis umur 26 tahun.
Sedangkan penelitian lain mengenai pengaruh tv terhadap IQ anak mendapati hasil bahwa anak di bawah 3 tahun yang rajin menonton televisi setiap jamnya ternyata hasil uji membaca turun, uji membaca
komprehensif turun, juga memori. Yang positif hanyalah kemampuan mengenal dengan membaca naik. Dari situ disimpulkan bahwa menonton tv pada anak di bawah 3 tahun hanya membawa lebih banyak dampak buruk dibanding efek baiknya.
C. Tips untuk mengurangi Anak menonton TV
1. Memperbaiki pola menonton TV pada orang tua
Sebelum kita koreksi dan perbaiki pola menonton TV pada anak, sebaiknya kita koreksi dulu bagaimana pola kita menonton TV. Karena orang tua adalah figur bagi anak-anak. Apa saja yang dilakukan oleh orang tua akan begitu mudahnya dilakukan anak-anak pula. Kalau orang tua menonton TV kapan saja dan melihat acara apapun tanpa kendali dan tanpa control, tentu anak akan mengira bahwa TV memang suatu yang biasa ada dan sah saja dilihat dan dinikmati kapan saja mereka suka. Kalau orang tua dating darimanapun yang disamperi pertama TV, atau dalam rumah itu pagi, siang, sore, larut malam, dini hari TV terus menerus hidup, maka anak-anak akan meniru pola orang tua menghadapi televisi. Dan mereka akan menganggap TV sebagai suatu pelengkap yang harus ada, dan akan terasa hambar apabila ia tidak ada. Sudah semestinya orang tua berusaha terlebih dahulu untuk mengendalikan diri. Tonton TV seperlunya saja dan lakukan diet menonton TV.
  1. Buat jadwal menonton TV
Buatkan anak-anak jadwal menonton TV. Misalnya Minggu jam 16.00 – 17.00 lihat kartun Dinosaurus, Senin jam 14.00 – 15.00 liaht acara game anak dsb. Dengan begitu anak-anak akan terlatih untuk disiplin serta akan banyak terkurangi waktu mereka di depan TV. Pada awalnya mungkin mereka sangat sulit untuk menepati jadwal yang telah ditentukan, tapi lama kelamaan anak akan terbiasa. Ajaklah anak untuk mendiskusikan berbagai acara anak yang ada di televisi. Berilah penjelasan kepada anak mengapa sebuah acara atau film kartun tidak boleh dilihat. Dan berilah kesempatan anak untuk mengemukakan pendapatnya.
Apabila mereka mengajukan usul untuk melihat sebuah
acara anak tanyakan alas an mereka memilih acara tersebut. Kalau alas an mereka baik dan tepat tentu sepatutnya kita beri ijin mereka untuk menyaksikan acara tersebut.
  1. Dampingi anak melihat TV
Selama ini kebiasaan kita, kalau anak-anak asyik menonton TV tentu kita bias melakukan banyak kegiatan lain, tanpa terganggu oleh mereka. Tapi jika kita ingin anak-anak tidak terpengaruh oleh hal-hal yang negative yang ditimbulkan oleh TV, maka sebagai orang tua kita harus mendampingi anak saat melihat TV. Dengan demikian kita akan tahu betul acara apa yang disaksikan oleh anak-anak kita. Kalau ada hal-hal yang tidak baik kita langsung bisa katakana pada mereka. Sehingga tidak terjadi sesuatu yang fatal karena kita terlambat mengetahui bahwa apa yang dikonsumsi oleh anak-anak kita adalah tontonan yang tidak sehat.
  1. Kegiatan pengganti
Saat kita sudah memutuskan untuk merubah pola menonton TV pada keluarga, maka akan lebih baik lagi kalau ornag tua membuat berbagai macam kegiatan pengganti yang disukai anak-anak. Banyak sekali kegiatan yang bisa kita lakukan bersama anak-anak untuk mengurangi kegiatan mereka menonton TV. Beberapa kegiatan di bawah ini mungkin bisa kita jadikan salah satu alternative sebagai pengganti nonton TV.
a. Melakukan berbagai macam permainan.
Banyak sekali permainan yang bisa dilakukan anak-anak seperti sepak bola, monopoli atau berbagai macam permainan tradisional seperti jamuran, gatheng, engklek dsb. Supaya lebih asyik ajak anak-anak tetangga/kerabat.
b. Membuat berbagai macam keterampilan tangan
Pilihlah ragam keterampilan yang mudah dilakukan anak-anak, dan ajaklah mereka membuatnya. Seperti membuat amplop, membuat tas/dompet dari kertas, membuat kartu ucapan selamat
c. Melukis/menggambar
Ajaklah anak pergi ke kebun atau ke tempat terbuka, ajak mereka melukis atau menggambar apapun yang mereka sukai dan mereka inginkan. Apapun dan seperti apapun hasil gambar berilah penghargaan
d. Berkebun
Ajaklah anak-anak mengenal dan mencintai tanaman dengan berkebun. Tanamlah biji-biji apapun atau segala macam tanaman hias pada tanah/pot-pot. Dari hari ke hari tanaman itu akan tumbuh dan berkembang. Tanamkan pada anak rasa syukur serta takjub akan ciptaan Allah.
e. Dan masih banyak lagi













DAFTAR PUSTAKA

· www.google.com
· http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/25/time/174722/idnews/712702/idkanal/10
· http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/31/11400984/menjauhkan.anak.dari.pengaruh.tv
· http://www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=144&Itemid=51